Deskripsi
Dhor! adalah buku kumpulan cerita cekak berbahasa Jawa karya Irul S. Budianto yang menghadirkan cerita-cerita pendek dengan nuansa khas: tajam, gelap, satir, puitis, kadang absurd, tetapi tetap dekat dengan kegelisahan manusia sehari-hari.
Buku ini memuat 17 cerita cekak yang ditulis dalam rentang tahun 2017 hingga 2021. Sebagian besar cerita di dalamnya pernah dimuat di berbagai media berbahasa Jawa dan media sastra, seperti Jaya Baya, Panjebar Semangat, Kedaulatan Rakyat, Swaratama, Lensasastra.id, dan Solopos. Kehadiran buku ini menjadi dokumentasi penting bagi perkembangan sastra Jawa modern, khususnya dalam bentuk cerkak atau cerita pendek berbahasa Jawa.
Cerita-cerita dalam Dhor! menghadirkan tokoh-tokoh yang berhadapan dengan luka, kehilangan, kesepian, kekuasaan, ingatan, kematian, rasa bersalah, cinta, kegilaan, dan kenyataan sosial yang tidak selalu mudah dipahami. Ada lelaki yang setiap sore menatap laut karena bayangan masa lalu, ada tokoh yang terobsesi pada sampah dan setan, ada kisah tentang buta cakil dalam dunia pakeliran yang berubah, ada Mbah Cip yang menatap monumen dan memikirkan makna kerukunan, ada perempuan yang setiap pagi memandang gunung, hingga cerita-cerita yang menyentuh dunia simbolik, mistis, dan psikologis.
Judul-judul seperti Wong Lanang sing Saben Sore Nyawang Segara, Larahan, Buta Cakil, Mbah Cip Saben Wengi Nyawang Monumen, Suki, Wong Wadon sing Saben Esuk Nyawang Gunung, Koran Setan, Kala Singgah, Asu Putih sing Teka Wayah Bengi, Wong Wadon sing Nyipta Kali ing Awake, Critane Tikus ing Omah Gedhong, Taman, Dhor!, Target, dan Rembulan Dhuwur Papringan menunjukkan luasnya wilayah imajinasi yang dijelajahi penulis.
Kekuatan buku ini terletak pada keberanian mengolah bahasa Jawa sebagai bahasa sastra modern. Irul S. Budianto tidak hanya menulis cerita yang bersifat realis, tetapi juga membuka ruang bagi simbol, bayangan, ingatan, surealisme, satire sosial, dan suasana batin yang muram. Cerita-ceritanya cocok bagi pembaca yang ingin menikmati sastra Jawa dengan rasa yang lebih kontemporer dan tidak biasa.
Dhor! cocok untuk pecinta sastra Jawa, pembaca cerkak, guru bahasa Jawa, siswa, mahasiswa, peneliti sastra daerah, komunitas literasi, perpustakaan sekolah, perpustakaan kampus, serta pembaca yang tertarik pada cerita pendek berbahasa Jawa yang segar, berkarakter, dan penuh daya tafsir.
Buku ini bukan sekadar kumpulan cerita cekak. Ia adalah ruang dokumentasi, eksperimen, dan perayaan bahasa Jawa sebagai bahasa cerita yang tetap hidup, lentur, tajam, dan mampu menangkap kompleksitas hidup manusia masa kini.






















