Museum Penghancur Dokumen

Rp 42.000,00

Museum Penghancur Dokumen adalah buku puisi karya Afrizal Malna yang menghadirkan puisi-puisi eksperimental tentang bahasa, arsip, tubuh, benda-benda, sejarah, kota, ingatan, dan politik kehidupan sehari-hari.

Dengan gaya khas yang visual, fragmentaris, dan penuh kejutan makna, buku ini cocok untuk pecinta puisi Indonesia, mahasiswa sastra, dosen, peneliti, seniman, dan pembaca sastra kontemporer.

Deskripsi

Museum Penghancur Dokumen adalah buku puisi karya Afrizal Malna yang menghadirkan pengalaman membaca yang tidak biasa: tajam, eksperimental, penuh bayangan benda-benda, tubuh, arsip, bahasa, ingatan, sejarah, kekuasaan, dan kehidupan kota yang retak.

Di tangan Afrizal Malna, puisi tidak hanya menjadi ungkapan perasaan, tetapi juga menjadi ruang pembongkaran. Kata-kata bergerak seperti mesin, arsip, kamera, penghapus, kamus, dokumen, koper, kursi, paku, batu, kertas, api, kapur, tubuh, dan benda-benda sehari-hari lain yang tiba-tiba berubah menjadi lanskap batin, sosial, dan politik.

Buku ini memperlihatkan kekhasan Afrizal Malna dalam mengolah bahasa: visual, fragmentaris, padat, sekaligus mengganggu kenyamanan pembaca. Ia tidak menulis puisi dengan alur yang lurus, melainkan membangun medan pengalaman yang penuh patahan, pengulangan, pergeseran makna, dan ketegangan antara benda dan manusia.

Di dalamnya, pembaca akan menemukan puisi-puisi seperti Tamu Penghapus, Toko Bekas Bahasa A dan B, Galeri Fotografi, Penjara Tajam, Penggaris Desember, Mesin Penghancur Dokumen, Jembatan Rempah-Rempah, Api dalam Tas Kerja, Batu dalam Sepatu, Arsitektur Orde Baru di Rumahmu, Di Bawah Gamelan Gatoloco, Berita Rahasia dari Darmo Gandul, Museum Puisi dari yang Hilang, dan berbagai teks lain yang membuka ruang tafsir luas bagi pembaca.

Museum Penghancur Dokumen cocok dibaca oleh pecinta puisi Indonesia, mahasiswa sastra, dosen, peneliti, kritikus sastra, seniman, pegiat teater, pembaca sastra kontemporer, serta siapa pun yang tertarik pada puisi eksperimental dan eksplorasi bahasa modern Indonesia.

Buku ini bukan sekadar kumpulan puisi. Ia adalah laboratorium bahasa, ruang arsip yang dibongkar, museum benda-benda yang kehilangan makna lama, sekaligus medan pertarungan antara tubuh, ingatan, sejarah, kota, dan kata-kata.

Bagi pembaca yang ingin mengenal salah satu arah penting dalam puisi Indonesia kontemporer, Museum Penghancur Dokumen adalah buku yang layak dimiliki, dibaca perlahan, dibaca ulang, dan ditafsirkan kembali.

Buku ini memenangkan KHATULISTIWA LITERARY AWARD 2013 kategori Puisi.

 

Informasi Tambahan

Berat 250 gram
Dimensi 14 × 20 cm
Penulis

Afrizal Malna

Edisi

Cetak