Deskripsi
Masyi Kamah: Kamus Dialek Arab Hadhrami Indonesia adalah buku yang mendokumentasikan, menjelaskan, dan menelusuri makna berbagai kosakata Arab Hadhrami yang hidup dalam percakapan masyarakat keturunan Arab di Indonesia.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar kata-kata seperti ajib, fulus, bahlul, ente, ane, gahwe, alafu, balasy, dan berbagai istilah lain yang terasa akrab, tetapi tidak selalu dipahami asal-usul, makna, penulisan Arab, maupun konteks penggunaannya. Sebagian kata tersebut berasal dari bahasa Arab fushah, sebagian dari dialek Arab Hadhrami, dan sebagian lain mengalami perubahan bunyi, penyesuaian lokal, serta percampuran dengan bahasa Indonesia, Betawi, Jawa, dan bahasa daerah lain.
Buku ini hadir untuk menjawab kebutuhan itu. Masyi Kamah tidak sekadar menjadi kamus arti kata, tetapi juga menjadi catatan linguistik dan budaya tentang perjalanan bahasa Arab Hadhrami di Nusantara. Penulis menjelaskan bagaimana bahasa Arab Hadhrami yang dibawa oleh para pendatang Hadhramaut berkembang di Indonesia, berinteraksi dengan bahasa lokal, dan melahirkan bentuk tutur yang khas di kalangan masyarakat “jamaah” atau keturunan Arab Indonesia.
Keunikan buku ini terletak pada usahanya meluruskan pemahaman keliru tentang bahasa Arab jamaah. Banyak kata yang sering dianggap sekadar bahasa gaul, bahasa karangan, atau slang tanpa akar, ternyata memiliki dasar dalam bahasa Arab, baik dalam bentuk fushah, amiyah, maupun lahjah Hadhramiyah. Buku ini menyajikan makna kata, bentuk tulisan Arab, perubahan pengucapan, serta konteks pemakaiannya dalam percakapan.
Selain kamus, buku ini juga memuat kajian tentang aspek-aspek pengucapan dalam komunitas keturunan Hadhrami di Indonesia, variasi bahasa percakapan masyarakat keturunan Arab di Jakarta, serta daftar kata bahasa Indonesia yang terserap ke dalam bahasa Arab Hadhrami. Dengan demikian, pembaca diajak melihat bahasa sebagai ruang perjumpaan: antara Arab dan Indonesia, antara Hadhramaut dan Nusantara, antara identitas, sejarah, agama, perdagangan, migrasi, dan kehidupan sosial sehari-hari.
Buku ini sangat cocok untuk pembaca yang tertarik pada bahasa Arab, dialek Hadhrami, sejarah komunitas Arab di Indonesia, sosiolinguistik, kajian diaspora, linguistik kontak, budaya Betawi-Arab, sejarah Islam Nusantara, serta siapa saja yang ingin memahami arti kata-kata Arab yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari.
Masyi Kamah adalah buku penting bagi pelajar bahasa Arab, mahasiswa, dosen, peneliti, pemerhati budaya, komunitas keturunan Arab, santri, guru bahasa Arab, serta pembaca umum yang ingin mengetahui hubungan unik antara bahasa Arab Hadhrami dan bahasa Indonesia.






















