Deskripsi
Kancilayana: Naskah Pedalangan Wayang Kancil adalah buku penting bagi dunia seni pertunjukan, pedalangan, sastra lisan, dan pelestarian Wayang Kancil di Indonesia.
Ditulis oleh Eddy Pursubaryanto, buku ini mendokumentasikan empat lakon Wayang Kancil yang telah sering dipentaskan, yaitu Perang Banyu, Candhapinggala, Ampak-Ampak Guwa Macanan, dan Naga Sitara. Setiap lakon tidak hanya ditulis dalam bahasa Jawa, tetapi juga disertai versi bahasa Inggris sehingga dapat dimanfaatkan oleh pembaca, peneliti, dalang, guru, mahasiswa, pegiat budaya, maupun komunitas seni lintas negara.
Wayang Kancil merupakan salah satu bentuk pengembangan dari tradisi wayang Indonesia dengan tokoh utama Kancil dan berbagai binatang lain. Di dalamnya, kisah-kisah fabel, kecerdikan tokoh kecil melawan kekuatan besar, pendidikan moral, kritik sosial, serta pesan ekologis hadir melalui bahasa pertunjukan yang hidup dan komunikatif.
Buku ini juga memuat tulisan tentang hubungan cerita Kancil dengan tradisi fabel lintas budaya seperti Pañcatantra dan Tantri Kamandaka, serta ulasan mengenai tokoh Kancil sebagai figur yang cerdik dalam menghadapi kuasa. Karena itu, Kancilayana tidak hanya berguna sebagai naskah pementasan, tetapi juga sebagai bahan kajian akademik untuk studi wayang, folklore, sastra Jawa, seni pertunjukan, pendidikan budaya, dan ekologi.
Sebagai dokumentasi yang didedikasikan untuk Ki Ledjar Subroto dan para penggiat Wayang Kancil, buku ini menjadi kontribusi penting dalam upaya merawat, mengembangkan, dan memperkenalkan kembali Wayang Kancil kepada generasi baru.






















