Ikat Kait Impulsif Sarira

Rp 99.000,00

Ikat Kait Impulsif Sarira: Gagasan yang Mewujud Era 1990-2010 adalah buku monumental karya Eko Supriyanto yang mendokumentasikan perjalanan tari kontemporer Indonesia dari 1990 hingga 2010. Buku ini mengupas transformasi tubuh-tubuh tradisi Jawa, Minangkabau, dan Papua menjadi bahasa tari kekinian melalui sosok lima koreografer utama: Martinus Miroto, Mugiyono Kasido, Hartati, Jecko Siompo, dan Eko Supriyanto.

Dengan pendekatan multidisiplin—memadukan etnokoreologi dan teori habitus Bourdieu—buku ini menjadi rujukan esensial bagi akademisi, praktisi tari, dan pecinta seni pertunjukan Indonesia. Dilengkapi pengantar dari Nirwan Dewanto, buku ini adalah catatan sejarah yang hidup tentang bagaimana tradisi tidak dilestarikan secara statis, tetapi diterjemahkan ulang, dipertanyakan kembali, dan diinterpretasi dalam konteks kekinian. 313 halaman yang penuh wawasan tentang kreativitas, profesionalisme, dan identitas tari kontemporer Indonesia.

Deskripsi

Ikat Kait Impulsif Sarira: Gagasan yang Mewujud Era 1990-2010

Buku ini merupakan karya monumental Eko Supriyanto—koreografer dan penari kontemporer Indonesia kelas dunia—yang mengupas tuntas perjalanan, perkembangan, dan transformasi tari kontemporer Indonesia pada periode 1990-2010. Lebih dari sekadar buku sejarah tari, karya ini adalah dokumen penting yang merekam denyut nadi kreativitas para koreografer penanda zaman di Indonesia.

Dengan pengantar kritis dari Nirwan Dewanto dan suntingan dari Renee Sari Wulan, buku ini mengajak pembaca menyelami proses kelahiran dan pertumbuhan seni tari kontemporer di Indonesia yang ditandai dengan “perjuangan kreatif” para pelakunya. Penulis, yang merupakan pelaku aktif tari kontemporer Indonesia, menyajikan analisis mendalam tentang bagaimana tubuh-tubuh tradisi bertransformasi menjadi medium ekspresi kekinian.

Fokus utama buku ini adalah pada lima koreografer generasi penerus Sardono W. Kusumo: Martinus Miroto, Mugiyono Kasido, Hartati, Jecko Siompo, dan Eko Supriyanto sendiri. Kelima sosok ini mewakili keberagaman budaya Nusantara—dari Jawa, Minangkabau, hingga Papua—yang diolah menjadi bahasa tari kontemporer yang diakui dunia internasional.

Melalui pendekatan multidisiplin yang memadukan etnokoreologi, sosiologi (teori habitus Pierre Bourdieu), dan analisis historis, buku ini mengupas:

  • Definisi dan esensi tari kontemporer dalam konteks Indonesia

  • Periodisasi pencapaian kreativitas tari kontemporer dari tahun 1950-an hingga 2008

  • Proses ketubuhan dan habitus lima koreografer utama

  • Posisi tari kontemporer Indonesia di pentas dunia

  • Perspektif perkembangan bentuk, kreativitas, dan peran institusi pendidikan

Buku ini menjadi rujukan penting bagi:

  • Mahasiswa dan akademisi seni pertunjukan

  • Koreografer dan penari

  • Pengamat dan kritikus seni

  • Pemerhati budaya Indonesia

  • Siapa pun yang tertarik pada perkembangan seni tari di Indonesia

Dengan ketebalan 313 halaman, buku ini tidak hanya memberikan informasi tetapi juga menandai kobaran motivasi bagi pecinta dunia tari, khususnya tari kontemporer.

Informasi Tambahan

Berat 450 gram
Penulis

Eko Supriyanto

ISBN

978-602-6581-43-3

Dimensi

15 x 23 cm ; 290 hlm

Berat

350 gr

Tahun Terbit

Juli, 2018