Deskripsi
Sastra tidak pernah lahir di ruang kosong. Di balik sebuah novel, puisi, cerpen, atau karya sastra lain, selalu ada medan sosial yang membentuknya: penulis, pembaca, penerbit, pasar, ideologi, kelas sosial, nilai budaya, agama, modal simbolik, serta pertarungan posisi di dalam dunia sastra.
Buku Sastra Sebagai Praktik Sosial: Aplikasi Pemikiran Bordieu dalam Telaah Arena Produksi Kultural Novel Islam Kontemporer menawarkan cara pandang yang lebih luas dalam membaca karya sastra. Sastra tidak hanya dipahami sebagai teks, keindahan bahasa, atau struktur naratif, tetapi juga sebagai praktik sosial yang melibatkan agen-agen budaya dan relasi kuasa di sekitarnya.
Dengan menggunakan kerangka pemikiran Pierre Bourdieu, buku ini membahas bagaimana karya sastra diproduksi dalam sebuah arena kultural yang penuh kontestasi. Konsep-konsep penting seperti habitus, modal, arena, distingsi, kuasa simbolik, dan kekerasan simbolik digunakan untuk memahami bagaimana seorang pengarang membangun karya, memilih tema, menciptakan tokoh, mengolah latar, serta menempatkan dirinya dalam arena sastra.
Pembahasan utama buku ini diarahkan pada novel Islam kontemporer, khususnya Assalamualaikum Beijing karya Asma Nadia. Novel tersebut dibaca bukan hanya sebagai cerita romantis-religius, melainkan sebagai produk kultural yang mempertemukan nilai-nilai Islam, budaya populer, identitas modern, pengalaman perempuan, serta representasi China dan Islam dalam imajinasi sastra Indonesia kontemporer.
Buku ini menunjukkan bahwa sastra Islam kontemporer tidak sekadar menyampaikan pesan moral atau religius, tetapi juga bergerak dalam arena produksi budaya yang kompleks. Pengarang hadir sebagai agen yang memiliki habitus, modal sosial, modal budaya, modal ekonomi, dan modal simbolik. Melalui karya, pengarang membangun strategi estetis dan ideologis untuk merebut posisi, membentuk makna, serta memengaruhi cara pembaca melihat realitas.
Dengan pendekatan sosiologi sastra, kajian budaya, dan teori produksi kultural Bourdieu, buku ini penting bagi mahasiswa, dosen, peneliti, guru sastra, kritikus sastra, serta pembaca yang ingin memahami hubungan antara sastra, masyarakat, agama, budaya populer, dan kekuasaan simbolik.
Buku ini cocok dijadikan referensi untuk mata kuliah sosiologi sastra, teori sastra, kritik sastra, kajian budaya, sastra Indonesia kontemporer, sastra Islam, dan penelitian sastra berbasis teori Pierre Bourdieu.






















