Deskripsi
Buku ini mengisahkan perjalanan hidup dan artistik Vincent van Gogh melalui sudut pandang yang intim, berdasarkan surat-surat yang ia tulis, terutama kepada saudara tercintanya, Theo. Dimulai dari kedekatan mereka sejak kecil, buku ini mengupas bagaimana dukungan moral dan finansial Theo menjadi fondasi bagi perjuangan Van Gogh melawan kemiskinan dan penyakit mental.
Pembaca akan diajak menyelami jejak-jejak awal kekaryaan Van Gogh, mulai dari kekagumannya pada pelukis Jean-Francois Millet yang menginspirasi karya-karya awalnya yang gelap, hingga pengaruh besar seni cukil kayu Jepang (Ukiyo-e) yang mengubah palet warnanya menjadi lebih cerah dan berani. Setiap bab membedah karya-karya ikoniknya—seperti The Potato Eaters, The Bedroom, hingga Wheatfield with Crows—sebagai cerminan dari gejolak jiwanya.
Lebih dari sekadar analisis seni, buku ini adalah sebuah eksplorasi emosional tentang harga yang harus dibayar untuk menjadi seorang visioner. Van Gogh yang hidup dalam kesendirian dan dianggap “gila” oleh zamannya, justru menciptakan karya-karya yang menjadi warisan abadi bagi dunia. Kisah ini diakhiri dengan peran Johanna Bonger, istri Theo, yang dengan gigih memperkenalkan karya dan surat-surat Van Gogh kepada dunia, mengantarkannya pada pengakuan yang tidak pernah ia nikmati semasa hidup. Sebuah bacaan wajib bagi pencinta seni dan siapa pun yang terinspirasi oleh kekuatan transformatif dari penderitaan menjadi keindahan.

![Van Gogh : Luka, Warna dan Pengakuan Dunia [Segera Terbit] 1 Kisah Hidup dan surat-surat Vincent Van Gogh](https://penerbitgarudhawaca.com/wp-content/uploads/2026/06/Cover-Van-Gogh.jpg)



















