Deskripsi
Implementasi Supervisi Pendidikan Islam di Era Disrupsi
Bagaimana supervisi pendidikan dapat menjadi instrumen nyata untuk meningkatkan profesionalisme guru sekaligus mendorong lembaga pendidikan Islam menjadi lembaga yang unggul?
Implementasi Supervisi Pendidikan Islam di Era Disrupsi hadir untuk menjawab persoalan tersebut melalui pembahasan yang memadukan teori dan praktik supervisi pendidikan Islam. Buku ini berangkat dari kenyataan bahwa supervisi tidak semestinya berhenti pada pemeriksaan administrasi atau sekadar mencari kekurangan guru. Supervisi justru perlu ditempatkan sebagai proses pembinaan profesional untuk membantu guru memperbaiki kualitas pembelajaran dan meningkatkan kinerjanya.
Pembaca diperkenalkan pada berbagai model supervisi pendidikan, mulai dari supervisi tradisional, ilmiah, hingga artistik. Pembahasan kemudian diarahkan secara khusus pada supervisi klinis di lembaga pendidikan Islam, termasuk konsep, peran pengawas sebagai supervisor, pertemuan awal, observasi pembelajaran, dan pertemuan balikan.
Supervisi klinis ditempatkan sebagai proses pembinaan yang berangkat dari kebutuhan profesional guru. Hubungan antara supervisor dan guru dibangun secara kolegial, sederajat, interaktif, dan manusiawi, sehingga supervisi bukan menjadi sesuatu yang ditakuti, melainkan ruang bersama untuk menemukan masalah dan memperbaiki praktik pembelajaran.
Buku ini juga mengulas teknik supervisi manajerial dan akademik, antara lain monitoring dan evaluasi, refleksi dan focused group discussion, metode Delphi, workshop atau lokakarya, supervisi individual dan kelompok, pembinaan kemampuan guru, serta penggunaan instrumen untuk mengukur kemampuan guru.
Tidak berhenti pada kegiatan supervisi, pembahasan diperluas pada Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebagai bagian dari pengembangan penelitian pendidikan agama Islam bagi supervisor, termasuk bagaimana membangun sinergi antara sekolah, kepala sekolah, dan guru untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Persoalan nyata yang dihadapi guru juga mendapat perhatian tersendiri, mulai dari keterampilan mengajar, motivasi kerja, kepuasan kerja, hingga berbagai kondisi yang menyebabkan kinerja guru kurang efektif.
Dengan pendekatan tersebut, buku ini dapat menjadi referensi bagi pengawas sekolah/madrasah, kepala sekolah dan kepala madrasah, guru, mahasiswa pendidikan, akademisi, serta praktisi pendidikan Islam yang ingin memahami supervisi bukan semata sebagai pengawasan, tetapi sebagai proses pembinaan dan pengembangan profesional yang berkelanjutan.
Pada akhirnya, supervisi yang baik diarahkan pada satu tujuan yang lebih besar: meningkatkan profesionalisme guru, memperbaiki kualitas pembelajaran, dan mendorong peningkatan mutu lembaga pendidikan Islam. Buku menegaskan bahwa peningkatan profesionalitas guru berkaitan dengan peningkatan kinerja, prestasi peserta didik, dan kualitas sekolah.






















