Puisi Pohon

Rp 49.000,00

Puisi Pohon adalah kumpulan puisi karya Hamid Nabhan yang mengangkat tema pohon, hutan, alam, hujan, burung, banjir, pembalakan liar, reboisasi, kerusakan lingkungan, dan harapan masa depan bumi.

Dilengkapi pengantar Prof. Jakob Sumardjo dan epilog Gerson Poyk, buku ini cocok untuk pecinta puisi, pembaca sastra Indonesia, pemerhati lingkungan, aktivis ekologi, guru, siswa, mahasiswa, komunitas literasi, dan pembaca yang menyukai puisi alam dengan pesan ekologis yang kuat.

Deskripsi

Puisi Pohon adalah kumpulan puisi karya Hamid Nabhan yang menghadirkan suara alam, pohon, hutan, hujan, burung, tanah, dan bumi yang sedang menghadapi luka ekologis.

Buku ini bukan sekadar kumpulan puisi tentang keindahan alam. Di dalamnya, pohon menjadi simbol kehidupan, ingatan, kesunyian, harapan, sekaligus peringatan. Melalui puisi-puisinya, Hamid Nabhan mengajak pembaca merenungkan hubungan manusia dengan alam: bagaimana hutan memberi kehidupan, bagaimana pohon menjaga napas bumi, dan bagaimana keserakahan manusia dapat mengubah rimbun hutan menjadi tanah gersang.

Dalam pengantarnya, Prof. Jakob Sumardjo menempatkan Hamid Nabhan sebagai pelukis sekaligus penyair yang banyak mengambil objek alam. Puisi-puisi dalam buku ini dibaca sebagai ekspresi keprihatinan terhadap kerusakan alam, terutama hutan dan pohon-pohon yang kehilangan daya hidupnya. Kekuatan Hamid Nabhan terletak pada kemampuannya memadukan kepekaan visual seorang pelukis dengan kesadaran ekologis seorang penyair.

Puisi-puisi seperti Randu, Pohon-Pohon Seteru, Hujan, Pohon, Mendung Tanah Pertiwi, Akan Kutanam, Nyanyian Alam, Hutan yang Terjarah, Kemana Rimbun Pohon, Hutan Harapan, Kepada Orang Utanku, Duka Tanah Negri, Pembalakan Liar, Hijau Bumi Damai di Hati, Reboisasi, Tebang Tanam, Banjir, Alam yang Berubah, Pesan, dan Pada Suatu Hari Nanti menghadirkan kritik, kesedihan, sekaligus ajakan untuk kembali menanam harapan.

Buku ini juga memuat bagian haiku, puisi pendek yang padat dan reflektif. Melalui haiku tentang hutan, pohon hayat, kemarau, hujan, banjir, burung, katak, satwa yang punah, benih, harmoni alam, dan hutan yang hilang, Hamid Nabhan menyampaikan pesan ekologis secara ringkas, jernih, dan menyentuh.

Puisi Pohon cocok untuk pembaca sastra, pecinta puisi, pemerhati lingkungan, aktivis ekologi, guru, siswa, mahasiswa, seniman, komunitas literasi, perpustakaan sekolah, serta siapa pun yang ingin menikmati karya sastra yang berbicara tentang hubungan manusia, alam, dan masa depan bumi.

Buku ini penting karena menghadirkan puisi sebagai ruang kesadaran. Ia tidak hanya mengajak pembaca menikmati kata-kata, tetapi juga bertanya: setelah hutan hilang, setelah burung pergi, setelah sungai meluap, setelah pohon tak lagi berdiri, ke mana manusia akan mencari napas?

Informasi Tambahan

Penulis

Hamid Nabhan

Dimensi

13 x 20cm ; xxii + 70 hlm

ISBN

978-623-422-100-8 [Cetak]
978-623-422-101-5 [elektronis]

Tahun Terbit

April. 2024