Deskripsi
Menelusuri Lorong Sejarah: Catatan Perjalanan ke Tanah Nabi-Nabi karya Hamid Nabhan adalah buku catatan perjalanan yang mengajak pembaca menyusuri jejak sejarah dan spiritualitas di Timur Tengah. Buku setebal 78 halaman ini merupakan hasil dokumentasi perjalanan penulis selama dua minggu mengunjungi empat negara suci: Mesir, Palestina, Israel, dan Yordania.
Dengan gaya bertutur yang mengalir dan penuh kesan personal, Hamid Nabhan—seorang pelukis impresionis sekaligus penulis produktif—membawa pembaca menyelami pengalaman spiritualnya mengunjungi situs-situs bersejarah yang menjadi saksi peradaban manusia. Dimulai dari hiruk-pikuk Kairo dengan Museum Firaun yang menyimpan 120.000 artefak kuno, termasuk mumi Rameses II yang diyakini sebagai Firaun pada masa Nabi Musa, hingga ke megahnya Piramida Giza dan misteri Patung Sphinx.
Perjalanan berlanjut melintasi Terusan Suez menuju Sharm el-Sheikh, permata indah di ujung selatan Semenanjung Sinai. Penulis kemudian memasuki Israel melalui Eilat, dengan segala ketegangan dan kecemasan saat melewati pemeriksaan imigrasi. Di Yerusalem, ia menyusuri Masjid Al-Aqsa, Dome of the Rock, Tembok Ratapan, Gereja Makam Kudus, dan Bukit Zaitun—tempat-tempat suci bagi tiga agama besar.
Yang membuat buku ini istimewa adalah kemampuannya menghubungkan fakta sejarah dengan nilai-nilai spiritual. Penulis tidak sekadar melaporkan apa yang dilihatnya, tetapi juga merenungkan makna di balik setiap situs yang dikunjunginya. Ia menuliskan kegumamannya di Museum Firaun: “Mengunjungi Museum Firaun ibarat melemparkan sauh pada ayat-ayat suci Al-Quran. Semua yang tertulis pada kitab suci nyatanya memang ada.”
Buku ini bukan sekadar catatan perjalanan wisata biasa. Ia adalah permenungan tentang sejarah, iman, dan kemanusiaan. Dengan bingkai pengalaman pribadi yang autentik, penulis mengajak pembaca merasakan denyut nadi kota-kota suci, memahami kompleksitas politik dan agama di kawasan tersebut, serta merenungkan makna perjalanan hidup.
Sebagai seorang pelukis, Hamid Nabhan juga menyisipkan deskripsi visual yang kuat tentang pemandangan yang ditemuinya—dari gurun Sinai yang luas hingga keindahan Laut Mati yang memungkinkan orang mengapung karena kadar garamnya yang tinggi. Bahkan, ia melukis beberapa objek perjalanannya secara langsung (on the spot), menjadikan buku ini terasa lebih hidup dan personal.
Menelusuri Lorong Sejarah adalah bacaan yang sempurna bagi para pencinta sejarah, peziarah, pelancong, atau siapa pun yang ingin merasakan pengalaman spiritual menjelajahi tanah para nabi. Buku ini mengingatkan kita bahwa perjalanan bukan hanya tentang tempat yang dikunjungi, tetapi juga tentang pelajaran yang dipetik dan makna yang ditemukan di sepanjang jalan.






















