Kenapa Ada Dua Hari Puisi di Indonesia?

HARI PUISI

Banyak negara-negara maju, dengan tradisi dan prestasi kesusasteraraan memiliki hari-hari khusus untuk menandai semangat pengembangan susastra dan kebahasaan. Demikin pula Indonesia, kita juga turut merayakan World Book Day, juga hari Puisi. Uniknya di Indonesia, terutama di kalangan dunia maya, ada dua hari puisi di Indonesia yaitu HARI PUISI INDONESIA dan HARI PUISI NASIONAL.

Hari Puisi Indonesia

Pada 2012, tepatnya 22 Desember 2012, dalam sebuah pertemuan para penyair Indonesia di Anjungan Idrus Tintin, Pekanbaru, Riau, Sutardji Calzoum Bahri (Presiden Penyair Indonesia) membacakan deklarasi yang menyebutkan 26 Juli, tanggal kematian Chairil Anwar sebagai HARI PUISI INDONESIA. Sosok Chairil Anwar sang pelopor angkatan 45 ini dianggap berpengaruh terhadap perpuisian Indonesia terutama karena ia muncul dan menonjol dengan gaya puisi dan semangat yang unik, kuat dan baru tepat bersamaan dengan lahirnya Negara Republik Indonesia. Maka sangat beralsan jika Chairil Anwar dijadikan tonggak semangat puisi Indonesia. Acara deklarasi ini dihadiri pula oleh 40an penyair dari berbagai wilayah di Indonesia diantaranya: D. Kemalawati (Aceh), Hasan Al Banna (Sumatera Utara), Iyut Fitra (Sumatera Barat), Rida K. Liamsi (Riau), Hasan Aspahani (Kepulauan Riau), Anwar Putra Bayu (Sumatera Selatan), Dimas Arika Mihardja (Jambi), Isbedy Stiawan ZS (Lampung), Gola Gong (Banten), Agus R Sarjono (Jakarta), Sosiawan Leak (Jawa Tengah), Pranita Dewi (Bali), Micky Hidayat (Kalimantan Selatan), Rahman Arge (Sulawesi Selatan), John Waromi (Papua) dan banyak lagi.

Berikut adalah bunyi teks deklarasi tersebut seperti dikutip oleh laman blog https://apuetsaartje19.wordpress.com. :

Teks Deklarasi Hari Puisi Indonesia

Indonesia dilahirkan oleh puisi yang ditulis secara bersama-sama oleh para pemuda dari berbagai wilayah tanah air. Puisi pendek itu adalah Sumpah Pemuda. Ia memberi dampak yang panjang dan luas bagi imajinasi dan kesadaran rakyat nusantara. Sejak itu pula, sastrawan dari berbagai daerah menulis dalam bahasa Indonesia, mengantarkan bangsa Indonesia meraih kedaulatan sebagai bangsa yang merdeka.

Bahasa Indonesia adalah pilihan yang sangat nasionalistis. Dengan semangat itu pula para penyair memilih menulis dalam bahasa Indonesia, sehingga puisi secara nyata ikut membangun kebudayaan Indonesia. Nasionalisme kepenyairan ini kemudian mengental pada Chairil Anwar, yang dengan spirit kebangsaan berhasil meletakkan tonggak utama tradisi puisi Indonesia modern.

Sebagai rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa yang telah menganugerahi bangsa Indonesia dengan kemerdekaan dan kesusastraan, sekaligus untuk mengabadikan kenangan atas puisi yang telah ikut melahirkan bangsa ini, kami mendeklarasikan tanggal lahir Chairil Anwar, 26 Juli, sebagai Hari Puisi Indonesia.

Dengan ditetapkannya Hari Puisi Indonesia, maka kita memiliki hari puisi nasional sebagai sumber inspirasi untuk memajukan kebudayaan Indonesia yang modern, literat, dan terbuka.

Pekanbaru, 22 November 2012

Untuk mendukung keberlangsungan cita-cita Hari Puisi Indonesia ini, kemudian dibentuklah Yayasan Hari Puisi yang menyelenggarakan berbagai kegiatan termasuk puncaknya adalah sayembara Anugerah Hari Puisi setiap bulan Juli.

BACA JUGA  Sejarah World Book Day

Hari Puisi Nasional

Hari Puisi Indonesia diperingati dan dikampanyekan sejak 2013. Namun kemudian, pada akhir April 2016 tiba-tiba ramai tagar dan ucapan di berbagai media sosial: “Selamat Hari Puisi Nasional” dan disertai ratusan puisi bertaburan di internet Indonesia. Kumparan.com juga menulis berita mengenai hal ini pada 2017 ketika peristiwa akhir april ini terulang kembali (bahkan hingga kini). Sampai kini, belum jelas siapa pemrakarsa Hari Puisi Nasional yang dijatuhkan pada 28 April ini. Namun yang jelas, tgl 28 April adalah juga Hari Kematian sang pendobrak, Chairil Anwar. Jadi, kedua hari puisi ini bersumber pada semangat yang sama, merawat semangat dan kreativitas Chairil Anwar untuk terus mengembangkan kekuatan bahasa dalam mengembangkan perikehidupan Indonesia.

Secara kelembagaan, Hari Puisi Indonesia memiliki kelengkapan baik asal-usul, penyelenggara maupun perwujudan programnya, namun, Hari Puisi Nasional juga memiliki potensi yang kuat dilihat dari ramainya perayaan meski dalam bentuk cuitan, status maupun berbagai tulisan seputar dunia puisi di kancah internet. Mestinya, dengan memiliki dua hari puisi, maka Indonesia akan terus memiliki jutaan puisi-puisi yang tidak hanya indah dalam dekorasi bahasa, namun juga kuat dan menyentuh perikehidupan. Selamat Hari Puisi, Nasional maupun Indonesia. :p


penerbit garudhawaca

Penerbit Buku Online dan percetakan

%d blogger menyukai ini: