fbpx

Berbuat baik, berbuat biasa saja.

Seringkali seseorang merasa sangat butuh perhatian, penghargaan dan penghormatan dari orang lain. Itu semua menjadi syarat kebahagiaan dan ketuntasan hidup baginya. Di tengah kehidupan yang kian riuh, penuh dengan disrupsi dan dinamika segala macam, seseorang seringkali merasa segala tindakannya sia-sia. Ya, Dalam kasus tertentu Anda membutuhkan perhatian yang besar dari cukup banyak orang. Misalnya dalam konteks branding, baik branding produk bisnis, jasa ataupun branding personal Anda. Untuk itu Anda memerlukan perbuatan yang luar biasa, yang diluar jangkauan ide orang lain, yang mampu menghipnotis jutaan manusia, dan mampu menggerakkan hati orang sebagaimana Anda mau.

Berpikir di luar kotak (out of the box) telah menjadi suatu gagasan yang diamini dalam hampir semua bidang kehidupan. Tentu box yang dimaksud adalah kotak gagasan lumrah dan kaprah yang jika kita juga berada di dalamnya maka kita tidak bisa mencolok, dan tidak bisa meraih perhatian sebanyak yang kita butuhkan, atau dalam soal menjawab suatu masalah pelik, kita sulit menemukan solusi yang jitu. Tetapi bagaimana kalau kebutuhan akan perhatian dan penghargaan itu ada pada tingkat yang akut?– Entah itu demi penghasilan seorang selebriti, demi penjualan masif sebuah produk, atau demi pepularitas dan elektabilitas seorang politikus. Tak jarang dahaga perhatian ini membuat kita mencari cara-cara yang out of the box namun box kita tidak hanya selapang kemungkinan-kemungkinan dan pilihan-pilihan praktis, tetapi seluas etika dan moral.

Seorang gelandangan politik, demi meyakinkan pendukungnya, membuat nadzar berjalan kaki sejauh ratusan kilometer jika lawan politiknya menang; Seorang pembuat konten membuat prank hadiah berisi sampah, demi mendapat viewer lebih banyak; Sebuah media online, membuat judul yang bombastis dan tidak sesuai dengan isi artikel, hanya untuk mendapat kunjungan halaman web lebih banyak; Seorang selebriti menyiarkan langsung acara pernikahannya hingga malam pertamanya demi mendapat keuntungan dari viewer, dan masih banyak lagi.

BACA JUGA  Kenapa Ada Dua Hari Puisi di Indonesia?

Dalam konteks atau kasus tertentu, seseorang atau suatu pihak memang wajar membutuhkan “perhatian” dari sebanyak mungkin orang. Thinking out of the box adalah keniscayaan yang harus dijalani, tetapi sekali lagi, apakah box itu harus seluas etika dan moral?

Baiklah, mari kita merenung atas diri pribadi saja. Sejauh mana kita butuh perhatian itu? Jika Anda punya keluarga, selain ikatan darah apa yang membuat keluarga Anda tetap menjaga Anda di dekat mereka? Jika Anda bekerja di suatu perusahaan atau kantor apapun, selain kontrak kerja, apa yang membuat rekan kerja Anda mau menyapa dan berbicara diluar urusan pekerjaan? Ya, sikap kita sehari-hari. Perbuatan baik yang kecil tetapi konsisten, menyapa setiap bertemu, memberi pertolongan kecil yang diminta, memaaafkan kesalahan tidak sengaja, memberi hadiah sepantasnya pada momen-momen tertentu. Setiap orang pasti punya pengalaman itu setiap hari. Para penjahat sekalipun, memiliki banyak perbuatan baik kepada anggota kelompoknya, tulus membela sahabat aksinya, dan itu yang membuat teman sesama penjahatnya tetap bersamanya. Demikian pula orang-orang biasa yang bukan penjahat.

Perbuatan baik dan menyayangi dengan tulus adalah hal-hal biasa dalam kehiduapan kita sehari-hari. Dan itu pulalah yang membuat kita mendapat perhatian, penghargaan, penghormatan dan juga cinta dari orang-orang sekitar. Sungguh, tidak selalu butuh hal-hal luar biasa untuk mendapat perhatian dan penghormatan. Jadilah biasa saja: menyayangi dan menghormati sesama dan berbuat baik semampu Anda. Ingat, semampu Anda. Ada yang bisa berbuat baik hanya dengan selalu ceria dimanapun, ada pula yang hanya dengan bekerja dengan baik sesuai tugas dan wewenangnya, ada yang mampu membantu keuangan/kebutuhan sekelompok orang terdekat atau yang ditemui, dan tentu ada juga yang dikaruniai kekayaan dan kekuasaan untuk bisa berbuat baik bagi ribuah bahkan jutaan manusia. Tetapi, perbuatan baik dan menyayangi dengan tulus adalah hal biasa bagi manusia. Sekali lagi, tidak perlu hal-hal yang luar biasa. [AJ]

penerbit garudhawaca

Penerbit Buku Online dan percetakan

%d blogger menyukai ini: