fbpx

UNDANGAN TERBUKA “KOREOGRAFER MENULIS (edisi 2022)”.

Koreografer Menulis, adalah program Paradance Platform untuk mengajak para koreografer kontemporer Indonesia menulis catatan reflektif tentang karya dan atau proses berkaryanya. Program ini bertujuan untuk mengumpulkan catatan dinamika gagasan dan atau permasalahan yang dihadapi koreografer muda pada masa tertentu yang dapat kita gunakan sebagai arsip penting bagi perkembangan koreografi tari kontemporer Indonesia.

Daya Tari

Pada Tahun 2018 kami telah menginisiasi program ini untuk pertama kalinya dengan melibatkan 17 penulis yang terdiri dari 15 koreografer muda dan 2 pengamat. Pada edisi tersebut, kesemua kontributor tulisan adalah para koreografer muda yang pernah tampil di ajang Paradance Festival yang dipilih dan diundang oleh tim kurator Paradance Festival. Hasil dari penulisan tersebut diterbitkan dalam buku kumpulan esai Daya Tari: Jejak, Mimpi, dan Daya Hidup Koreografer Muda, dan diterbitkan oleh Penerbit Garudhawaca.

Mengawali tahun 2022 ini, kami kembali menggulirkan program ini dengan mengundang Anda para koreografer muda Indonesia―baik yang pernah terlibat dalam program-program Paradance Platform maupun yang tidak―untuk menulis catatan reflektif Anda seputar pengalaman berkarya tari dalam format media baru.

Apa yang perlu ditulis?

Awal Tahun 2020, kita dikejutkan oleh datangnya pandemi covid 19 yang membawa kita pada situasi rumit dan tak terbayangkan sebelumnya. Gedung dan arena-arena pertunjukan ditutup, festival-festival dibatalkan, transportasi macet, gerbang-gerbang wilayah dikunci rapat. Kita tak dapat bergerak! Akan tetapi, tak berapa lama tiba-tiba internet dipenuhi dengan karya-karya pertunjukan adaptif; menari dari rumah, festival daring, pertunjukan media baru, alih wahana dan banyak istilah lainnya. Polemik terjadi, perdebatan muncul, apa dan bagaimana karya panggung bisa dihadirkan ke media rekam. Namun yang pasti, kita semua telah mengalami masa di mana tiba-tiba kita ingin dan harus tetap berkarya dengan tanpa tatap muka dengan penonton, dengan mengurangi sebisa mungkin manusia yang terlibat langsung dan sebagainya. Anda pasti lebih paham peliknya situasi ini.

BACA JUGA  Mak Ana Asu Mlebu Ngomah, Karya Sastra Jawa Terbaik

Kini, setelah 2 tahun pandemi melanda, sedikit kelonggaran sudah kita raih kembali, dan waow… cukup banyak karya “baru” telah dihasilkan di masa “aneh” ini. Mungkin sudah cukup banyak hal-hal yang dapat direfleksikan dari kerja-kerja secara daring ini, baik soal adaptasi proses kerja, metode penciptaan, tantangan dan keseruan, juga kesadaran dan cara pandang baru. Barangkali sudah banyak pengamat, kritikus dan kurator bicara soal ini, tapi kami merasa tidak kalah penting, bahkan mungkin lebih penting, menyimak kisah-kisah ini langsung dari Anda, sang Koreografer.

Siapa yang bisa bergabung menulis?

  • Koreografer Indonesia yang memiliki pengalaman berkarya/bereksplorasi melalui media daring baik live streaming maupun tapping selama 2 tahun terakhir minimal 1 karya atau 1 rangkaian eksplorasi (tidak masalah jika masih diujicoba hingga hari ini)
  • Memiliki ketertarikan untuk berproses menuliskan pengalaman dalam bentuk refleksi.

Bagaimana cara bergabung?

  • Siapkan “abstrak” atau ringkasan gagasan yang akan Anda tulis, dan sampaikan kepada kami melalui formulir berikut: https://bit.ly/dayatari2
  • Tim Paradance Platform akan menyimak usulan tulisan dan akan menghubungi teman-teman yang TERPILIH untuk melanjutkan menuliskan pengalamannya.
  • Bagi yang terpilih, akan ada serangkaian pertemuan daring bersama beberapa fasilitator yang akan membantu Anda menajamkan tulisan Anda.
  • Pada akhir program, kumpulan tulisan akan dibukukan dan diterbitkan bekerjasama dengan Penerbit Garudhawaca.

*Sebelum mengisi formulir dapat menyiapkan dokumen berikut dalam bentuk PDF/Doc abstrak singkat pengalaman seperti apa yang teman-teman tertarik untuk menuliskannya (maksimal 500 kata) & CV

Kapan waktu terakhir pendaftaran?

10 Februari 2022

NOTE : Program ini bersifat kerelawanan berbagi pengalaman dan pengetahuan. TIDAK ADA HONOR DAN REWARD yang dijanjikan kepada koreografer yang berkontribusi. Saat buku sudah terbit, penulis akan mendapatkan masing-masing 1 eksemplar buku. Pihak penerbit memegang hak jual buku tersebut dan royalti yang dihasilkan dari penjualan akan digunakan untuk mendukung program-program Adisukma Inisiatif (Paradance Platform dan Gelaran.Id) yang itu artinya digunakan untuk kembali mendukung perkembangan seni pertunjukan kita.

BACA JUGA  Logo Baru Garudhawaca

Info: +628562571022 (Nia)

penerbit garudhawaca

Penerbit Buku Online dan percetakan

%d blogger menyukai ini: